Home / Budidaya Tanaman / Cara Budidaya Bawang Merah Dengan Mudah dan Hasil Maksimal

Cara Budidaya Bawang Merah Dengan Mudah dan Hasil Maksimal

Cara Budidaya Bawang Merah Dengan Mudah dan Hasil Maksimal – Bawang merah adalah tanaman holtikultura yang sangat banyak di konsumsi oleh semua orang. Bawang merah adalah bubu wajib yang harus ada dalam sebuah masakan. Oleh karena itu, kebutuhan akan bawang merah sangatlah tinggi

Pada masa – masa tertentu, bawang merah sama halnya dengan cabai yang bisa memiliki harga yang sangat mahal perkilonya, namun ada masa juga dimana harganya anjlok drastis. Naiknya harga bawang merah biasanya terjadi diluar musim panen dan hari – hari besar, sementara harganya anjlok di waktu panen raya. Maka perlu jeli memilih moment untuk menanam bawang merah agar tidak terjadi penumpukan saat panen saja

Bawang merah adalah salah satu tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari, bawang merah yang bagus harusnya mendapatkan penyinaran matahari selama lebih dari 12 jam. Tempat yang cocok untuk menanam bawang merah adalah tempat dengan ketinggian sekitar 0 – 900 meter dari permukaan air laut. Suhu yang baik adalah sekitar 25 – 35 drajat dengan keasaman pH 5,6 hingga 7

Jika ternyata sobat memenuhi kriteria diatas, sepertinya mencoba membudidayakan bawang merah di lahan adalah pilihan yang bagus. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa bawang merah juga bisa tumbuh di banyak tempat di Indonesia dan bisa juga menanam bawang merah di polybeg untuk memanfaatkan lahan sempit atau halaman rumah

Cara Budidaya Bawang Merah Untuk Hasil Melimpah

Untuk medapatkan hasil yang baik, sobat perlu memperhatikan beberapa poin penting untuk mendulang hasil yang melimpah dari budidaya bawang merah. Setidaknya kami akan membahas tentang 5 hal penting tersebut, yakni :

  • Memilih bibit bawang merah yang kualitasnya bagus
  • Cara mengolah tanah dan menanam bawang merah
  • Perawatan bawang merah
  • Penanggulangan hama bawa merah
  • Masa panen bawang merah

Baca juga : Cara membuat bibit bawang merah berkualitas bagus

Nah, 5 hal penting diataslah yang akan kita bahas dalam artikel cara budidaya bawang merah ini. Penjabaran lebih lanjut, mari disimak :

1. Memilih bibit bawang merah yang berkualitas bagus

cara budidaya bawang merah

Bawang merah bukan hanya memiliki satu jenis saja, banyak varietes bawang merah. Selain varietas yang banyak, bibit bawang merah juga ada yang lokal sampai hybrid impor dari luar negeri. Jika sobat pergi ke toko pertanian, maka akan ditemukan bibit bawang merah yang berupa biji dan ada juga yang berupa umbi. Silahkan sobat pilih yang sekiranya cocok dengan yang sobat inginkan. Namun, kami menyarakan untuk memilih bibit yang berasal dari umbi dan saat di panen meiliki umur yang tua, sekitar 80 – 100 hari dan telah disimpan selama 2 – 3 bulan, bibit tidak cacat, rusak, dan memiliki warna merah tua yang mengkilap

Jarak bibit saat ditanam adalah 20 x 20 cm, dengan setiap lubang dimasuki bibit seberat 5 gram. Dengan perhitungan tersebut, maka dalam lahan seluas 1 hektar, sobat perlu menyipkan bibit bawang merah sebanyak 1,4 ton

Selain dengan model tanam dan penghitungan diatas, sobat juga bisa lebih merapatkan lagi jarak tanam bawang merah, yakni 15 x 15 cm dan bobot benih dalam lubang 5 gram, maka sobat membutuhkan bibit sebanyak 2,4 ton. Silahkan sesuaikan kondisi tanah, bibit, dan luas lahan untuk menentukan jarak yang pas

2. Cara mengolah tanah dan menanam bawang merah

cara budidaya bawang merah

Sebelum melakukan budidaya bawang merah, sobat harus melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil tanaman yang subur dan berkualitas bagus. Buatkah bedegan dengan lebar sekitar 1 – 1,2 meter dengan tinggi bedegan sekitar 40 – 50 cm. Setelah jadi, buatlah jarak antar bedegan sekita 50 cm untuk digunakan sebagai parit dengan di gali sedalam 40 cm. Tanah dalam bedegan tadi digemburkan sampai halus dan rata

Cek ph tanah, jika ph tanah ternyata kurang dari 5,6 maka sebaiknya tanah diberi kapur atau gunakan dolomit sekitar 1 – 1,5 ton untuk lahan seluas 1 hektar agar ph bisa sesuai. Kemudian diamkan tanag sekitar 2 minggu sebelum melakukan penanaman bibit bawang merah

Untuk menunjang nutrisi untuk kesuburan tanaman, gunakan pupuk dasar yakni kompos atau pupuk kandang. Campurkan kompos atau pupuk kandang hingga merata dengan baik. Jika mengginakan pupuk kimia, sobat bisa gunakan ZA, sebanyak 47 kilogram, SP-36 sebanyak 311 kilogram, dan KCL sebanyak 56 kilogram. Namun kami rekomendasikan untuk menggunakan pupuk organik kompos atau pupuk kandang untuk menjaga tanah agar tetap baik dan tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia. Diamkan tanah sekitar 6 – 7 hari sebelum melakukan penanaman bibit bawang merah

Selanjutnya siapkan lubang untuk menanam bibit dengan asumsi, jika musim kemarau bisa menggunakan jarak tanam 15 x 15 cm, dan jika musim penghujan menggunakan jarak 20 x 20 cm

Jika semua persiapan sudah dilakukan, siapkan bibit bawang merah untuk dimasukan kedalam lubang dan dibenamkan seluruhnya kedalam tanah. Jika bibit bawang merah yang akan ditanam memiliki umur kurang dari 2 bulan, sebaiknya sobat melakukan penggoresan pada bawang merah sedalam 0,5 cm untuk memecah dorman dan mempercepat tumbuh kembangnya tunas bawang

3. Perawatan bawang merah

cara budidaya bawang merah

Cara budidaya bawang merah untuk mendapatkan hasil yang bagus, perawatan adalah hal wajib yang perlu dilakukan agar kesehatan tanaman bisa terjaga dengan baik. Perawatan awal yang perlu diperhatikan adalah masalah penyiraman, pada 10 hari pertama penanaman sebaiknya lakukan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) kemudian setelahnya dikurangi menjadi 1 kali sehari

Setelah tanaman memasuki usia 2 minggu, berikan pupuk lanjutan agar nutrisinya tetap terjaga, yakni dengan memberikan pupuk campuran KCI sekitar 112 Kg, ZA sekitar 200 Kg, dan urea sekitar 93 Kg per satu hektar lahan tanam. Proses emupukan dilakukan dengan membuat guritan di sekitar tanaman bawang merah

Pemupukan berikutnya dilakukan jika umur tanaman bawang merah sudah mencapai 5 minggu, yaitu dengan pupuk campuran KCI sekitar 56 Kg, ZA sekitar 100 Kg, dan urea sekitar 47 Kg per satu hektar lahan tanam dengan cara pemupukan seperti diatas

Selain melakukan pemupukan dan pengairan dengan teratur dan baik, lakukan pula pembersihan lahan tanam dari gulma dan rumput liar. Sebaiknya pembersihan lahan dilakukan 2 minggu sekali kecuali jika gulma ternyata banyak, maka dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Pembersihan gulma berungsi untuk menghindari hama dan nutrisi akan terserap penuh oleh bawang merah

4. Penanggulangan hama bawa merah

cara budidaya bawang merah

Dalam budidaya bawang merah, banyak hama dan penyakit yang memungkinkan akan menyerang tanaman. Namun, kebanyakan masalah yang muncul adalah hama ulat dan penyakit layu pada tanaman. Jika ulat menyerang tanaman, maka tanda – tandanya adalah banyak bercak putih atau bekas gigitan yang terdapat pada daunya

Penanggulangan yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil ulat serta telurnya dan musnahkan. Namun jika lahan sangat luas, bisa menggunakan perangkap feromon. Gunakan feromon sebanyak 40 buah pada lahan satu hektar. Jika ternyata penyakit menyerang dengan parah, maka lakukan penyemprotan pestisida dengan bahan aktif klorfirifos

Kemudian, penyakit layu dapat diketahui dengan tanda – tanda daun bawang yang menguning seperti terpilin dan bagian pangkal tanaman akan memerah dan membusuk. Jika ditemukan hal demikian maka secepatnya cabut dan bakar tanaman agar tidak menular ke tanaman lain. Selanjutnya bisa lakukan penyemprotan fungsingida

5. Masa panen bawang merah

cara budidaya bawang merah

Masa yang paling ditunggu saat budidaya bawang merah adalah masa panen. Bawang merah siap dipanen jika 60 – 70 persen daun bawang sudah merebah. Atau langsung cek umbi bawang merah dengan acak sebagai sample. Jika bawang merah akan digunakan menjadi bibit, sebaiknya biarkan hingga daunya merebah 90 persen sebelum dipanen

Lamanya bawang merah untuk siap dipanen biasanya adalah setelah 60 – 70 hari, bergantuk pada iklim, cuaca, dan kesuburan tanaman. Pada lahan seluas 1 hektar, bisa mendapatkan hasil panen antara 3 hingga 12 ton dengan rata – rata sekitar 9 ton

Jika pemanenan bawang merah sudah selesai dilakukan, selanjutnya adalah proses pengeringan. Proses pengeriangan bawang merah dilakukan dengan menjemur bawang selama 7 hingga 14 hari sampai kadar air pada bawang merah turun hingga 85 persen; setelah selesai maka bawang merah siap dijual ke pasaran

Demikianlah yang dapat kami paparkan pada tulisan cara budidaya bawang merah dengan mudah dan hasil maksimal. Semoga sobat petani yang menanam bawang merah bisa menjual bawangnya dengan harga yang bagus dan hasilnya maksimal

About Sokotani.net

Keymaster http://www.sokotani.net Menuju kedaulatan pangan Indonesia

Check Also

Cara Budidaya Jahe Merah Untuk Hasil Melimpah

Malam hari di alun-alun kota dan pusat-pusat keramaian lainnya, biasanya mata kita akan disapa oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *