Home / Budidaya Tanaman / Cara Budidaya Jahe Merah Untuk Hasil Melimpah

Cara Budidaya Jahe Merah Untuk Hasil Melimpah

Malam hari di alun-alun kota dan pusat-pusat keramaian lainnya, biasanya mata kita akan disapa oleh banyaknya penjual makanan dan minuman. Diantaranya yaitu sekoteng dan bandrek. Anda pasti sudah tahu ya apa yang membuat produk minuman tersebut terasa hangat dan nyaman di tenggorokan? Apa lagi kalau bukan karena jahe. Tanaman yang satu ini tidak hanya populer di kalangan minuman tradisional saja, di pusat-pusat berbelanjaan modern kita juga bisa menjumpai berbagai macam produk berbahan dasar jahe yang terjajar rapih di etalase. Wah, ternyata jahe populer di semua kalangan ya. Seiring berkembangnya teknologi, manfaat jahe semakin terkuak dan banyak orang memanfaatkannya, salah satunya di bidang kesehatan, terutama yaitu jahe merah.

Berikut ini adalah manfaat dari  jahe merah di bidang kesehatan:

  1. Sebagai obat herbal
  2. Sebagai antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antikarsinogenik (anti kanker), dan kardiotonik (penguat fungsi jantung)
  3. Pencegah Obesitas
  4. Anti diare dan mual
  5. Anti hiperlipidemia (lemak berlebih)
  6. Melancarkan aliran darah
  7. Obat untuk kolesterol

Banyak ya manfaat dari si merah ini? Jika anda ingin merasakan manfaatnya, saat ini sudah banyak yang menjual jahe merah. Tapi tidak ada salahnya kalau anda ingin membudidayakannya sendiri di rumah. Bagaimana caranya? Kali ini saya akan berbagi tentang cara budidaya jahe merah agar hasil panennya melimpah.

Sebelumnya, lebih baik jika kita mengetahui apa saja syarat tumbuh tanaman jahe merah agar dapat menjadi pertimbangan kita sebelum memutuskan untuk membudidayakannya. Syarat tumbuhnya meliputi:

  • Iklim

Agar jahe merah dapat tumbuh dengan baik, diperlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn.

  • Pada rentang umur 2,5 – 7 bulan, tanaman jahe merah harus diletakkan di tempat yang terbuka agar mendapat cukup sinar matahari sepanjang hari.
  • Suhu udara optimal berkisar anatar 20 – 35 derajat Celcius
  • Umunya jahe merah dapat tumbuh pada tanah dengan pH 4.3 – 7.4.
  • Seperti tanaman pada umumnya, jahe merah dapat tumbuh dengan baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus.

Langkah budidaya jahe merah:

Budidaya Jahe Merah

Alat dan Bahan:

  • Karung
  • Sekop atau cangkul, untuk mengaduk
  • Ember
  • Pupuk Bokashi
  • Tanah
  • Bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm.

Penanaman:

  • Buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3 : 1.
  • Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam karung dengan ketinggian kurang lebih 15 cm atau 1/5 tinggi karung.  Untuk memudahkan, sebelumnya tekuk dulu permukaan karung bagian atas.
  • Bibit jahe kemudian ditanam 3-5 cm ke dalam tanah dalam karung tadi.  Setiap karung dapat diisi beberapa titik tanam, atur misalnya 2 – 3 titik tanam. Rata-rata sih katanya kira-kira 200 gr bibit cukup untuk satu karung.
  • Atur penyimpanan karung agar nantinya tidak roboh.

Perawatan dan Pemeliharaan tanaman jahe.

Tahapan selanjutnya yaitu perawatan dan pemeliharaan tanaman.

  • Untuk tahapan awal, penyiraman dilakukan secara taratur dan rutin pada pagi dan sore, kurang lebih selama seminggu. Tujuannya adalah agar tunas tidak kering dan layu.Untuk tahapan selanjutnya, lakukan penyiraman sehari sekali saja pada kondisi normal, dan dua kali sehari jika kondisi kemarau.
  • Antara usia tanaman 2 – 4 minggu, lakukan penyemprotan atau penyiraman dengan menggunakan fermentasi SOT.  Sebelumnya, kita lakukan fermentasi larutan terlebih dahulu dengan dosis 5 tutup botol SOT + gula pasir 3 sdm + urine ternak 2 liter + feses ternak cair 2 liter. Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi yaitu 24 jam. Setelah 24 jam, larutkan dalam 15 liter air. Kemudian baru digunakan untuk menyemprot atau menyiram tanaman jahe merah.
  • Pada usia tanaman 2-3 bulan atau jika sudah terlihat rimpang jahe keluar ke permukaan, timbunlah dengan campuran tanah dan bokashi (perbandingan tanah : bokashi yaitu 3 : 1). kurang lebih setinggi 10 cm.
  • Rutinlah melakukan penyiangan pada mediaagar terhindar dari gangguan hama berupa gulma/rumput, sehingga tanaman jahe merah tidak terganggun pertumbuhannya.
  • Penimbunan terus dilakukan secara berulang sampai kira-kira tanaman jahe mencapai usia 8 bulan atau sampai karung terisi penuh dengan tanah
  • Jika daun tanaman jahe merah mulai mengering, maka artinya tanaman telah mencapai usia optimal, yaitu berkisar 8 – 10 bulan. Setelah itu, tanaman jahe merah siap dipanen.

Mudah kan? Penanaman jahe merah dengan teknik seperti di atas merupakan strategi agar hasil panen jahe merah dapat berlimpah, yaitu mencapai 10kg per karungnya.

About Sokotani.net

Keymaster http://www.sokotani.net Menuju kedaulatan pangan Indonesia

Check Also

Cara Menanam Jambu Biji Kristal Di Dalam Pot

Kendala utama bagi masyarakat urban dalam bercocok tanam adalah luas lahan yangterbatas. Lain halnya dengan …

One comment

  1. pasare lwih rame jahe gajah…hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *